Indonesia

Sabeg Fahmi, Kunci Timnas AFC U19 2013

Timnas U19

Sabeg Fahmi, Kunci Timnas AFC U19 2013

Tulisan dari Zen Muttaqin

Ini Dia Sabeq Fahmi, Bintang Timnas U-17

Sabeg Fahmi Cetak 11 Gol ke Gawang Pakistan

Sabeg Fahmi adalah striker utama yang tak mungkin terlupakan, didalam khasanah sepakbola Indonesia, bagaimana mungkin akan terlupakan dari ingatan, karena begitu fenomenal anak muda ini menjalani karier sepakbolanya di usia sangat muda.

Sejarah sepakbola Indonesia tertorehkan oleh Timnas U-17, dengan membukukan kemenangan terbesar 25-0 atas Pakistan pada kejuaraan pelajar Piala Asia 2012 di Teheran, Iran, Sabtu (20/10) waktu setempat.

Dari 25 gol yang dicetak TimNas U17 ke gawang Pakistan itu, Sabeq Fahmi memborong sendirian 11 gol, dan yang lain di cetak oleh rekan rekannya merata. Adalah fernomena yang fenomenal dari seorang pemain sepakbola Usia muda Sabeg Fahmi.

Ayahnya Pemain sepakbola Persebaya tahun 1980 an Mahfudz mengatakan, bakat anaknya itu sudah terlihat sejak kecil. Meskipun mereka tinggal di Dusun Krajan, Sempolan, Kecamatan Silo, sekitar 35 kilometer arah timur Kota Jember, anaknya tetap giat berlatih di lapangan kampung dan lapangan kecamatan. “Sekali-sekali saya ajak main atau nonton di stadion Jember,” kata Mahfudz.

Sabeq mengakui kebiasaannya berlari di jalan-jalan kampung, melewati jalan setapak di kawasan pertanian dan perkebunan di kecamatan Silo itu membuat staminanya kuat.

Walaupun latihan lari dilakukannya sambil bermain, atau tidak secara khusus karena hampir setiap hari dilakukan, dirasa memperkuat kekuatan kaki dan kecepatannya. “Waktu SD dan MTs kan sering main aduan layangan di sawah. Saya suka lari mengejar layangan putus,” kata pengagum Christiano Ronaldo dan Andik Virmansyah itu.

Ketika sepakbola semakin carut marut dalam suasana pertikaian dalam kepengurusan, tidak ada satupun yang mengira begitu keras dan massif keinginan suatu golongan, untuk mengangkangi demi kelompoknya sendiri beserta kepentingannya.

Namun sepakbola tetaplah olahraga yang tidak peduli dengan perkembangan macam itu, sehingga tetap saja anak anak muda menjalani masa depannya dengan merintis tanpa menghiraukan apa saja yang terjadi.

Sabeg adalah salah satu talenta yang luput dari jaring SAD, entah karena apa tidak sampai kepada dirinya

Tetapi kegagalan mengikuti program tersebut justru membuahkan banyak sekali kesempatan ditanah air, setelah PSSI dibawah Djohar Arifin mencanangkan program usia dini berjenjang. Maka bertebaranlah kesempatan2 yang semakin terbuka, karena PSSI terjun langsung dan memasukkannya dalam agenda resmi PSSI.

PSSI lebih memfokuskan program2 Usia dini dan mengisinya semua kesempatan yang ada dengan memberikan fasilitas dan keleluasaan seluas luasnya kepada masyarakat. PSSI menginginkan semua bakat dan talenta yang ada dan tersembunyi dalam masyarakat tidak boleh terabaikan dan membiarkan terbengkelai.

Oleh karena itu dengan segala daya upaya dan keterbatasannya PSSI waktu itu berusaha menghilangkan segala macam hambatan, yang bersifat administratif maupun biaya serta konsekwensi2 lainnya, bagi pemain2 berbakat.

Dimulai dengan program Turnamen U17 Invitasi di Hongkong bulan february 2012, maka di susunlah TimNas yang seluruhnya diprakarsai oleh PSSI dengan mencari pemain2 berbakat diseluruh Indonesia dengan sistem rekruitmen terbuka, maka terjaringlah Sabeg Fahmi dalam penyusunan TimNas U17, yang merupakan TimNas resmi PSSI.

Didalam skuad TimNas U17 PSSI tersebut, Sabeg Fahmi mulai menunjukkan kemampuan dan talentanya, sehingga bisa membawa teman2nya dalam kebersamaan dan permainan yang menggairahkan. Oleh karena itulah Sabeg Fahmi menjadi pilihan utama sebagai striker.

Dengan posisi sebagai striker dan target man, maka Sabeg Fahmi benar2 menguasai pertandingan dan merupakan goal gater TimNas U17. Dan Seperti yang telah diketahui masyarakat, bahwa TimNas U17, telah sukses menjadi Juara Invitasi turnamen U17 di Hongkong tersebut dengan membawa trophy.

Sabeg dinobatkan sebagai pemain terbaik sekaligus memboyong trophy sebagai pencetak gol terbanyak pada turnamen HKFA di Hongkong tersebut..

PSSI mulai melihat cerahnya masa depan TimNas Indonesia dengan keberhasilan TimNas U17 di Hongkong itu, oleh karena itulah, TimNas U17 ini kemudian di pertahankan dan di kembangkan menjadi TimNas yang disiapkan sebagai TimNas yang akan maju di Pertandingan Resmi masa depan, hingga bisa ikut dalam Piala Dunia U20 tahun 2014/2015.

Dan Sabeg Fahmi menempati posisi strategis yaitu menjadi Striker dan goal gater TimNas U17, dan merupakan kesayangan teman2nya sebagai satu Tim, dan telah mampu bekerja dan bermain. untuk memenangkan pertandingan.

Terdengar membahana ketika perhelatan HKFA do Hongkong berhasil di rebut kembali oleh TimNas U17 Indonesia, disana tidak hanya Evan Dimas yang bersinar, namun mencuat satu nama yang cemerlang dengan aksi2 seorang striker utama yang sudah lama tidak kita miliki.

Sabeq Fahmi Fachrezy, 16 tahun, pun kemudian mencuat. Dalam turnamen itu Sabeq mencetak gol saat melawan Singapura. Dari talenta yang dimiliki tidaklah aneh Sabeq disebut-sebut sebagai pemain muda yang akan bersinar kelak. Ayahnya, Mahfudz, adalah bekas pemain sepakbola dari klub Persid Jember.

Sabeg mulai terlihat Istimewa ketika di level internasional, saat memperkuat tim Indonesia All Star Team dalam turnamen Intesa Sanpaolo di Milan Italia.

Tim Indonesia mengalahkan AC Milan Academy dengan skol 3-2. Sabeq mencetak dua gol dalam pertandingan tersebut. Satu gol lainnya dipersembahkan Gavin Kwan Adsit.

Sabeq mengisahkan saat pertama kali mengikuti seleksi Milan Junior Camp sebelum masuk dalam tim Indonesia All Star. “Tanpa sengaja, waktu di Surabaya bersama keluarga dapat selebaran AC Milan Junior Camp 2011 di Bali, dan saya ikut seleksi itu,” katanya kepada Tempo, Selasa, 7 Februari 2012.

Hampir saja talenta yang begitu istimewa tercecer tak pernah memperoleh perhatian sama sekali, ketika ikut dalam seleksi Milan Junior Camp, maka Sabeg Fahmi sudah berusia remaja yang seharusnya sudah terjaring oleh PSSI, yang hanya sibuk dengan pertikaian memperebutkan kepentingan pribadi dan golongannya.

Karena pendaftaran di Kota Batu Malang sudah ditutup, akhirnya ikut seleksi ke Bali. Performa Sabeq menarik perhatian tim seleksi. Dengan postur tinggi dan kecepatan yang mumpuni dia akhirnya terpilih dari 1.300 orang yang mengikuti seleksi tersebut.

Sabeg Fahmi adalah generasi kedua dari pemain sepakbola Persebaya, ayahnya adalah bekas pemain persebaya 1980 an, dari ayahnyalah tekad dan semangat terpompa untuk meraih cita citanya. “Pertama kali di sana saya sempat tidak pede (percaya diri),” katanya.

Terjaring oleh system rekruitmen terbuka yang dijalankan oleh PSSI waktu itu dengan,  Pelatih Indra Syafri yang melanglang buana keseluruh wilayah Nusantara, tanpa terkontaminasi segala macam kepentingan yang akhirnya menangguk semua talenta tanpa ada hambatan apapun, termasuk hambatan administrasi.

Namun system rekruitmen Indra Syafri adalah salah satu system yang paling keras dalam mengeksekusi keberadaan pemain, Karena selalu mengadakan evaluasi di tiap periode, sebagai alat tapis menjaring pemain2 yang benar2 istimewa.

System promosi dan degradasi yang terus menerus, menuntut seluruh anggota yang terjaring memperbaiki diri dan memaksa kepada performance terbaiknya, merupakan suasana kompetisi yang sangat keras dan memberikan bekal kompetisi yang kompetitip bagi seluruh pemain.

Menggunakan sport science yang obyektip tertata dan ternilai berdasar nilai nilai sportifitas dan fairplay, maka dari itu terciptalah pemain pemain dengan kondisi performance yang terbaik, dengan kesadaran kompetisi yang menuntut dirinya selalu dalam suasana pertandingan dan kompetisi.

Timnas U-17 dibawah pelatih Indra Syafri yang berhasil menjuarai HKFA Hongkong, menghasilkan Sabeq Fahmi memperoleh penghargaan sebagai pemain terbaik. Dan sekaligus menjadi top scorer dalam turnamen di Hong Kong tersebut

Kini waktu cepat berlalu, seiring dengan perubahan yang terjadi di dalam tubuh PSSI yang sangat menghawatirkan dengan begitu saja merubah keseluruhan program yang telah dicanangkan, hampir semua program terhenti dan tak jelas keberadaannya.

Untung TimNas U19 masih di percayakan kepada Pelatih Indra Syafri dengan skuad yang selama ini ada didalam asuhannya, tentu cukup memberikan ruang gerak sedemikian sehingga Tim yang ada tidak banyak berubah sesuai dengan proyeksi yang sudah digariskan sejak 2 tahun yang lalu.

Menuju Piala Dunia U20 merupakan sasaran utama tim U19 ini yang digadang gadang menjadi TimNas utama dan memberikan harapan yang besar bagi kemajuan TimNas dimasa datang.

Piala AFF U19 hanyalah tanjakan yang harus di lewati sebagai ajang resmi pertama yang membentuk mereka menjadi satu tim yang kuat dan kompak.

Sempat menghawatirkan ketika sudah dekat dengan perhelatan AFF U19 BTN memasukkan 11 orang Tim SAD untuk dimasukkan kedalam skuad TimNas U19 yang selama ini sudah solid dan menjalani latihan bersama yang panjang.

Sempat merisaukan, namun akhirnya disepakati hanya bisa diterima sesuai dengan syarat umum yang berlaku bagi seluruh pemain. Tim yang diharap lebih baik lagi dengan hadirnya 4 orang anak anak muda SAD yang mampu lolos dan mengisi kekosongan yang ada di Skuad U19 selama ini.

Namun sayang karena cedera dua nama terdepak karena pemilihan yang sulit dengan hadirnya pemain2 SAD, terpaksa posisi striker di korbankan dengan mengistirahatkan Sabeg fahmi dan Gavin Kwan Asid, dari skuad TimNas U19 Piala AFF 2013.

Kekuatan yang disusun oleh pemain dan Tim yang kompak yang didasarkan atas penilaian obyektip dan berlaku untuk semua, merupakan kekuatan yang riil dan tidak semu. Benar2 diperoleh suatu tim skuad yang baik.

Pelatih Indra Syafri hanya perlu memberikan atmosfer baru bagi pemain yang baru masuk kedalam skuad, untuk bisa menyesuaikan diri dan meningkatkan segera kemampuannya terutama ketahanan fisik dan mental yang selama ini tidak pernah teruji.

Ternyata dengan tidak hadirnya pemain2 striker Sabeg Fahmi dan Gavin jelas mengurangi kekuatan TimNas U19 Piala AFF 2013, dengan hasil torehan gol yang dicetak oleh pemain2 second striker, seperti Evan Dimas dan Ilham Udin.

Pemain2 di sposisi striker dengan karakter target man sebagai goal gater benar benar tak dimiliki oleh TimNas U19 Piala AFF ini.

Untung kita memiliki second striker yang sangat hebat kekuatan mental dan memiliki mental juara pada diri Evan Dimas dan Ilham Udin, yang berkerja ekstra keras menjadi pemain dengan posisi dobel peran, sebaghai pemain lapangan tengah dan juga sebagai target man, pencetak gol ke gawang lawan.

Namun bagaimanapun juga TimNas U19 Piala AFF ini benar benar tidak lengkap dan tidak sempurna, kalau kita tak mengakomodasi dan memasukkan target man serta striker murni goal gater, Sabeg Fahmi dan Gavin.

Oleh Karena itu Wajib Hukumnya bagi Pelatih TimNas U19, dalam menyusun skuad TimNas untuk perhelatan Piala Asia AFC Cup U19 2013, maka tidak bisa ditawar lagi untuk memasukkan kedua pemain dengan karakter striker murni yang ada didiri Sabeg Fahmi dan Gavin Kwan Adsit,.

Piala Asia AFC Cup U19 2013 akan segera di mulai pada bulan Oktober mendatang di Sidoarjo, tentu dengan waktu yang sempit ini, mesti diteruskan suasana TimNas kedalam suasana mempersiapkan diri dalam pertandingan.

Teruslah berkibar dengan Tim yang sudah baik dan jaga semua itu sesuai dengan kaidah2 obyektip dan hindarkan dari penilaian2 subyektip yang tak akan menghasilkan kebaikan apapun.

Percayakan semua kepada Pelatih, jauhkan intervensi apapun kepada TimNas.

.

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka !

.

Jakarta, 23 September 2013

.

Zen Muttaqin

Di cari dengan kata kunci

  • Cuplikan gol sabek fahmi U19
  • Daftar skuad timnas u19 terbaru untuk piala AFC 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>