Kalah Telak, Mourinho Salahkan Wasit

image

Usai timnya di bantai Bremen 3 gol tanpa balas, manajer Chelsea Jose Mourinho menuding wasit adalah penyebabnya. Mou bilang wasit layaknya sirkus.

Dalam laga yang digelar di Weserstadion ini, Chelsea dipermalukan 0-3. Dua gol tuan rumah diciptakan melalui penalti. Mou pun mengkritik kinerja wasit yang dianggap sebuah sirkus yang coba menghibur publik tuan rumah.

“Kedatangan kami ke sini dianggap hanya sebuah sirkus hiburan bagi fans Breman oleh wasit. Wasit telah membunuh pertandingan ini,” kata pelatih asal Portugal itu dalam jumpa pers usai laga seperti dilansir Soccerway.

“Saya tidak mendapat pelajaran apapun dari pertandingan ini. Padahal kami mengharapkan permainan cepat dan permainan yang kompetitif,” lanjut mantan pelatih Real Madrid itu.

Mou mengungkapkan dirinya padahal berharap bisa menjadikan laga ini sebagai ujian sempurna timnya sebelum memulai Premier League musim ini. Namun niatnya pupus dengan kinerja wasit yang dianggap berat sebelah.

“Laga ini seharusnya menjadi laga sempurna bagi kami. Saya suka tim Bremen, mereka cepat, intens dan mereka bertahan dengan banyak pemain. Mereka lawan yang sempurna, tapi kami tidak bisa bermain maksimal (karena wasit).”

Laga ini sendiri menjadi debut yang mengecewakan buat Kiper Chelsea Thibaut Courtois (yang baru kembali dari status pinjaman di Atletico Madrid) dan legenda Chelsea Didier Drogba yang baru didatangkan dari Galatasaray.

Beban Berat di Pundak Immobile

Ciro Immobile diserahi beban berat oleh klub, di berjalannya Liga musim depan. Ini karena Lewandowski memilih ke Bayern Munich di bursa transfer musim panas ini. Immobile tak menjamin, jika dirinya akan bisa mencetak banyak gol untuk Borussia Dortmund, sebagus Lewandowski.

Immobile diboyong oleh Dortmund dari Torino pada bursa transfer musim panas ini dengan posisi striker. Skuad timnas Italia itu tiba di Signal Iduna Park, setelah Lewandowski positif memutuskan pergi dan bergabung dengan sang tetangga bebuyutan yakni Bayern Munich.

Immobile akan melewatkan pekerjaan tidak mudah di musim depan. Sebelumnya, pendahulunya itu sudah menjadi bintang pujaan fans Dortmund selama empat tahun belakangan ini.

Lewandowski bersama Dortmund telah tampil di 131 pertandingan Bundesliga dan sukses menyarangkan 74 gol. Ia juga sukses mengantarkan Dortmund masuk ke final Liga Champions 2012/2013, meski kalah atas musuh bebuyutannya yakni Bayern Munich.

“Saya taak tahu, apakah saya akan mencetak banyak gol sama seperti Lewandowski. Tapi dia kini sudah pergi dan saya yang kini ada di sini menggantikannya,” sahut Immobile saat konferensi pers menghadapi pertanyaan wartawan.

Dengan usia 24 tahun, Immobile menunjukkan kualitasnya dengan tampil impresif bersama Torino musim lalu. Dari 33 pertandingan yang diikutinya di Serie A, dia berhasil melesakkan 22 gol diantaranya.

Neymar Bicara Soal Comeback Dirinya

Ada penggemar berat Barcelona? Ini ada kabar baik untuk anda dari Neymar Jr. Setelah menjalani terapi cedera tulang belakang selepas Piala Dunia 2014, Neymar membuat target jika dirinya akan bisa kembali bermain alias comeback di pertengahan Agustus bulan ini.

Pertandingan yang diharapkan akan menjadi laga comeback Neymar adalah tatkala Barcelona melawan klub asal Meksiko di laga pra musim. Di laga tersebut, Barcelona akan mengikuti ajang Trofi Joan Gamper, yang memang akan digelar pada pertengahan Agustus ini.

“Saa ini, secara perlahan saya mulai pulih dari cedera berat bulan lalu. Saya akan berada pada level 100%, saat berangkat ke markas Barcelona,” sahut Neymar kala press conference.

Neymar tampak mengalami kemajuan berarti, kala rekondisi cedera tulang belakangnya saat memperkuat Brasil di Piala Dunia 2014 lalu. Cedera tersebut bahkan sempat membuat fans Brasil dan Barcelona cemas karena rentan membuatnya lumpuh.

“Saya sudah melewati musim yang bagus dengan Barcelona. Dan saya begitu antusias untuk membantu tim saya meraih hasil bagus yang lain di musim depan. Saya juga segera ingin berkontribusi untuk tim nasional Brasil di masa mendatang,” lanjutnya seperti dikutip dari Football Espana.

Indra Sjafri : Gaya Main Timnas U19 Bukan Tiki Taka tapi PePePa

Banyak yang beranggapan gaya main timnas U19 mirip dengan Barcelona, dengan Tiki Taka-nya. ternyata hal itu tidak membuat coach Indra Sjafri bangga. Saat menghadiri acara rutin Mocopat Syafaat 17 Juli Lalu.

Indra Menegaskan :

Kenapa kita tidak pernah hebat? Dulu kita pernah berkiblat ke Eropa, pelatih dari Jerman masuk. Besok kiblat ke Amerika Latin, pelatih dari sanapun masuk. Karena Jepang mulai maju, kita berkiblat ke Jepang, datang pelatih dari sana. Australia, Timor Leste dan seterusnya. Kerja kita hanya berkiblat ke orang lain. Akhirnya yang muncul adalah kriteria-kriteria yang tidak muncul di Indonesia, pemain tinggi, hidung harus mancung, kulit harus putih, ya mana ada itu di Indonesia. Itu kami hilangkan, kalau mau hebat, ya dari hebat orang Indonesia. Kita tidak berkiblat kepada negara lain sepakbola kita. Pada saat mengalahkan Korea Selatan, enak saja mereka menyamakan kita dengan Barcelona. Kita bukan Barcelona, Indonesia lebih hebat dari Barcelona. Saat itu terucaplah Indonesia bukan tiki taka, tapi pepepa (pendek pendek panjang),“ ujar Indra Sjafrie.

Di acara tersebut Indra juga bercerita bagaimana “Frustasi”nya dia kala adu tendangan penalti vs Vietnam di Sidoarjo. beberapa waktu lalu. Ia bercerita kalau bercerita bagaimana mekanisme Tuhan bekerja pada saat adu penalti pertandingan melawan Vietnam. Indra berkelakar, sampai mengadu Tuhan Vietnam dengan Tuhan Indonesia, bagaimana nanti hasilnya terserah Tuhan. Jika semua rakyat Indonesia mendoakan maka ada 250 juta orang yang mendoakan. Maka lawan siapapun pas akan menang pertandingan karena doa kita lebih banyak. Jamaah menyambut tawa dengan penjelasan ini.

untuk teman teman yang mau nonton Videonya bisa ke sini

Mocopat Syafaat Juli : Indra Sjafri

reportase acara ini bisa dikunjungi di halaman web berikut mocopat syafaat bersama tim nasional u19(

Pelatih Timnas U-14 Dan U-17 Blusukan Lagi Usai Lebaran

Proses scouting atau pencarian pemain untuk Timnas U-14 dan U-17 terus dilakukan oleh tim pelatih. Sampai Juli ini, total 14 provinsi telah disambangi oleh pelatih kepala U-14 dan U-17, Fakhri Husaini, dengan mendapatkan 115 pemain potensial.

Proses seleksi ini sudah dilakukan oleh mantan gelandang Timnas era 90-an itu sejak Mei lalu. Dia menyebut, proses ini belum berakhir karena akan terus berlanjut sampai Agustus nanti.

“Kami masih akan lihat pemain di beberapa provinsi lainnya. Memang tidak semua provinsi kami kunjungi karena respon tiap Asosiasi Provinsi (Asprov) berbeda,” katanya.

Dari 33 provinsi yang ada, memang hanya 21 Asprov yang memberikan konfirmasi terkait surat dari Badan Tim Nasional. Dimana, PSSI melalui BTN meminta kepada Asprov untuk menyiapkan pemain U-14 dan U-17 untuk dipantau langsung dalam blusukan yang dilakukan oleh Fakhri.

“Asprov yang tidak merespon surat dari BTN akan kami tinggal saja. Karena Continue reading